Hal-Hal Mendasar Tentang Pramuka

Pembahasan Singkat Pramuka
Gerakan Pramuka adalah sebuah organiasasi yang mewadahi para penerus bangsa untuk berkembang dalam hal fisik dan juga jiwa. Gerakan Pramuka tidak hanya fokus pada perkemahan di alam bebas atau kegiatan di luar ruangan yang menguji kemampuan bertahan hidup. Dalam pramuka banyak kegiatan untuk mengasah pengetahuan dan keterampilan lain yang bahkan bisa bermanfaat di kehidupan sehari-hari. Pada artikel kali ini kita akan membahas secara singkat tentang pramuka.

Apa Itu Pramuka?

Pramuka (Scout) pertama kali didirikan oleh seorang pria dari Kerajaan Inggris bernama Lt. Jendral Robert Baden-Powell. Beliau sebuah buku yang sangat terkenal yang berjudul Scouting for boys pada tahun 1908. Setelah itu pramuka mulai menyebar ke seluruh dunia yang pada akhirnya juga mencapai Indonesia. Gerakan Pramuka (Pandu) muncul di berbagai daerah di Indonesia khususnya pada kaum bangsawan dan kaum terpelajar yang memiliki kekuasaan atau yang memiliki hubungan dengan penjajah.

Awalnya di Indonesia, pramuka ini terdiri dari berbagai organisasi di berbagai daerah yang memiliki peranan sangat penting dalam perjuangan kemerdekaan. Pada akhirnya organisasi-organisasi yang masih terpecah ini dilebur menjadi satu, yaitu Gerakan Pramuka. Organisasi ini resmi berdiri dan diperingati pada setiap tanggal 14 Agustus. Pramuka adalah singkatan dari Praja Muda Karana yang artinya adalah pemuda yang suka berkarya.

Pramuka adalah salah satu organisasi dunia yang sangat berperan dalam pembentukan karakter dari masyarakat. Tidak hanya berperan untuk melatih fisik (jasmani) namun pramuka juga melatih untuk membentuk jiwa seseorang. Hal ini karena Gerakan Pramuka memiliki prinsip dasar dan kode kehormatan yang sangat dijunjung tinggi oleh setiap anggotanya.

Anggota Gerakan Pramuka

Anggota pramuka dibagi menjadi dua, yaitu anggota biasa dan pramuka.

1. Anggota Biasa

a. Anggota Muda

Anggota biasa yang pertama adalah Anggota Muda yang terdiri dari berbagai golongan pramuka yang di antaranya adalah Golongan Siaga (7-10 tahun atau 1-3 SD/Sederajat), Golongan Penggalang (11-15 tahun atau 4 SD/Sederajat - 3 SMP/Sederajat), Golongan Penegak (16-20 tahun atau 1 SMA/Sederajat - Perkuliahan awal), dan terakhir Golongan Pandega (21-25 tahun atau perkuliahan awal sampai dewasa muda).

b. Anggota Dewasa

Anggota Dewasa adalah anggota pramuka yang sudah mencapai umur di atas 25 tahun. Anggota Dewasa di antara lain adalah Pembina Pramuka, Pembantu Pembina Pramuka, Pelatih Pembina Pramuka, Pamong Saka, Instruktur Saka, Pemimpin Saka dan lain-lain.

c. Anggota Luar Biasa

Anggota Luar Biasa adalah anggota pramuka yang merupakan orang asing yang tinggal di Indonesia yang kemudian bergabung dalam kegiatan kepramukaan di Indonesia.

d. Anggota Kehormatan

Anggota Kehormatan adalah anggota pramuka yang memiliki jasa yang sangat besar bagi pramuka.

2. Pramuka Utama

Pramuka Utama adalah presiden sebagai kepala negara Indonesia.

Lambang Gerakan Pramuka Dunia dan Indonesia

Lambang pramuka dunia adalah fleur-de-lis yang dictuskan oleh Baden Powell sendiri pada tahun 1907 yang kemudian disempurnakan di dalam bukunya Scouting For Boys. Singkatnya lambang ini berwarna ungu dan putih yang terdiri dari tiga kelopak daun, dua bintang, dan sebuah tali yang mengelilinginya dengan sebuah simpul mati.

Di Indonesia, Gerakan Pramuka memiliki lambang tersendiri yaitu Tunas Kelapa. Lambang ini diperkenalkan secara resmi pada tahun 1961 oleh Kak Soenardjo Atmodipoerwo.

Kode Kehormatan Gerakan Pramuka

Kode Kehormatan Siaga

Dwisatya

Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:

  • Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menurut aturan keluarga.
  • Setiap hari berbuat kebaikan.

Dwidarma

  1. Siaga berbakti pada ayah dan ibundanya.
  2. Siaga berani dan tidak putus asa

Kode Kehormatan Penggalang dan di Atasnya

Trisatya 

”Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, menolong sesama hidup, mempersiapkan diri membangun masyarakat, serta menepati Dasadarma Pramuka”

Catatan: ada perbedaan dalam Trisatya jika pada golongan penggalang "mempersiapkan diri membangun masyarakat", maka untuk penegak dan di atasnya adalah "ikut serta dalam membangun masyarakat".

”Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, menolong sesama hidup, ikut serta membangun masyarakat, serta menepati Dasadarma Pramuka”

Dasadarma Pramuka 

  1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
  3. Patriot yang sopan dan kesatria.
  4. Patuh dan suka bermusyawarah.
  5. Rela menolong dan tabah.
  6. Rajin, terampil, dan gembira.
  7. Hemat, cermat, dan bersahaja.
  8. Disiplin, berani, dan setia.
  9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
  10. Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.

Seragam Pramuka

Baden Powell sebagai pendiri pramuka merasa diperlukan adanya seragam pramuka karena beliau mebghabiskan waktu pengabdiannya dengan menggunakan seragam militer Inggris, khususnya saat beliau di Afrika Selatan. Menurut Baden Powell seragam yang dikenakan saat itu sangat fungsional, nyaman, dan dapat melindungi dengan baik di berbagai cuaca.

Pada awalnya Baden Powell membuat desain seragam pramuka yang di antaranya adalah kemeja lengan pendek, celana pendek, syal leher, dan sepatu pramuka yang nyaman. Namun di era selanjutnya, seragam pramuka ini terus berkembang dengan berbagai macam variasi yang bisa saja berbeda.

Di Indonesia sendiri warna seragam pramuka adalah coklat muda (kemeja) dan coklat tua (celana atau rok) karena warna ini banyak dipakai oleh para pejuang dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Selanjutnya ada kaus kaki hitam panjang, setangan leher, tutup kepala, sepatu hitam, dan juga tanda pengenal pramuka.


Pada akhirnya pramuka adalah sebuah organisasi yang sangat terstruktur dengan berbagai hal di dalamnya. Pembahasan tentang pramuka tidak akan selesai hanya dengan beberapa membaca beberapa buku. Kita perlu merasakan sendiri bagaimana kegiatan pramuka dijalankan untuk bisa mengerti apa sebenarnya pramuka itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sandi Kotak 1, 2 dan 3 Generator by Lirihku

Font Sandi Kotak 1, 2 dan 3 by Pramuka Sejati

Dasar-Dasar Singkat Semantik Bahasa Indonesia