Dasar Semantik, Pengertian, Jenis, dan Manfaat
Tentang Semantik: Pendahuluan
Dalam bahasa Inggris kata rice memiliki makna nasi/beras/gabah sedangkan dalam bahasa Indonesia nasi, beras, dan gabah memiliki makna yang berbeda. Hal semacam inilah yang menjadi salah satu topik analisis semantik. Analisis ini tidak akan berfokus pada struktur atau bentuk kata, namun semantik lebih dekat membahas tentang arti atau makna. Semantik memiliki hubungan yang erat dengan sosiologi karena penggunaan kata tertentu bisa menandai identitas kelompok tertentu dalam masyarakat.
Pengertian Semantik
Semantik merupakan cabang keilmuan bahasa yang membahas tentang makna atau arti. Kata semantik berasal dari bahasa Yunani sema yang memiliki arti tanda (sign) atau lambang sedangkan bentuk verbal dari semantik adalah semaino yang artinya menandai atau melambangkan (Amilia dan Anggraeni, 2017:3-4). Semantik adalah komponen bahasa yang sangat penting untuk dipelajari. Menurut Zahra et al (2024:156) pembahasan tentang bahasa tidak dapat dianggap lengkap tanpa membahas tentang makna karena bahasa hanyalah cara untuk menyampaikan makna.
Semantik merupakan ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara tanda-tanda linguistik dan hal-hal yang ditandainya untuk mengetahui maknanya. Ruang lingkup kajian semantik adalah makna dari bahasa (Nurpadillah, 2024:1). Semantik adalah bagian dari kajian bahasa yang membahas makna satuan bahasa tanpa disertai konteks nonlinguistik (Sartika et al, 2020:3). Maka dari itu tanda-tanda non bahasa seperti tanda lalu lintas, lambang dalam matematika, dan kode morse bukan termasuk dalam kajian semantik.
Jenis-Jenis Semantik
Jenis semantik menurut Nurpadillah, (2024:2-4) ada delapan yaitu Semantik Behavioris, Deskriptif, Generatif, Gramatikal, Leksikal, Historis, Logika, Struktural. Untuk lebih lengkapnya, adalah sebagai berikut.
1. Semantik Behavioris
Semantik behavioris memandang makna sebagai hasil hubungan antara stimulus dan respons. Makna tidak dianggap sebagai proses mental, tapi sebagai perilaku yang dapat diamati, sehingga sangat bergantung pada situasi dan pengalaman manusia yang empiris.
2. Semantik Deskriptif
Semantik deskriptif mengkaji makna yang berlaku pada masa kini tanpa mempertimbangkan asal-usul atau perkembangan historisnya. Fokus utamanya adalah penggunaan makna dalam konteks bahasa yang sedang berlangsung.
3. Semantik Generatif
Semantik generatif menelaah hubungan antara struktur dalam (makna) dan struktur luar (bentuk ujaran). Makna dipandang sebagai bagian dari sistem bahasa yang dihubungkan dengan bentuk melalui proses transformasi.
4. Semantik Gramatikal
Semantik gramatikal mengkaji makna yang timbul dari hubungan antarunsur dalam kalimat. Makna tidak hanya ditentukan oleh kata secara terpisah, tetapi oleh keseluruhan struktur dan susunannya.
5. Semantik Leksikal
Semantik leksikal mempelajari makna kata sebagai satuan mandiri. Kajian ini berfokus pada arti kata sebagaimana terdapat dalam leksikon atau kamus.
6. Semantik Historis
Semantik historis menelaah perubahan makna kata dalam rentang waktu. Kajian ini berfokus pada perkembangan makna, bukan pada perubahan bentuk kata.
7. Semantik Logika
Semantik logika mengkaji makna berdasarkan prinsip logika formal, terutama dalam kaitannya dengan kebenaran suatu proposisi. Analisis difokuskan pada makna yang dapat dinilai benar atau salah secara logis.
8. Semantik Struktural
Semantik struktural memandang makna sebagai bagian dari sistem bahasa yang saling berkaitan. Makna ditentukan oleh hubungan antarunsur dalam struktur bahasa secara keseluruhan.
Manfaat Semantik
Manfaat Semantik menurut Nafinuddin (2020) secara garis besar, semantik memiliki dua manfaat, yaitu secara teoritis dan praktis. Secara teoritis singkatnya akan lebih mudah memahami dan menganalisis bahasa secara umum atau untuk mendalaminya. Sedangkan manfaat semantik secara praktis dapat memudahkan dalam menggunakan kata untuk memperoleh makna yang tepat dalam menyampaikan suatu informasi atau menyalurkan pengetahuan yang mereka miliki pada orang lain.
Daftar Pustaka
Amilia, Fitri, and Astri Widyaruli Anggraeni. Semantik: konsep dan contoh analisis. Madani, 2017.
Nafinuddin, Surianti. "Pengantar semantik (pengertian, hakikat, jenis)." Pengantar Sematik (2020): 1-21.
Nurpadillah, Veni. "Buku Ajar Semantik." CV Brimedia Global. (2024).
Sartika, Rina, et al. "Pengantar kajian ilmu semantik." Padang: Panawa Jemboan (2020).
Zahra, Nisaul, et al. "Semantik dalam Bahasa Indonesia." Morfologi: Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra Dan Budaya 2.6 (2024): 156-164.

Komentar
Posting Komentar